YAYASAN SWANA SANTA PALANG BIRU
    RUMAH SAKIT PALANG BIRU KUTOARJO
    Jl. Marditomo No. 17 Kutoarjo Purworejo | Call (0275) 641425, 641650 | Ambulance (0275) 641428
    E-mail : rspb_kta@yahoo.co.id | Nomor Layanan Pengaduan : 0812 2909 6818 (Whatsapp)

KAPAN LANSIA SEBAIKNYA MENDAPAT PEMERIKSAAN KESEHATAN RUTIN?

Memasuki usia lanjut bukan berarti harus menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Justru, pemeriksaan kesehatan rutin pada lansia penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini, memantau kondisi kesehatan, dan menjaga agar lansia tetap aktif serta mandiri.

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan. Risiko penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, kolesterol tinggi, gangguan ginjal, osteoporosis, gangguan penglihatan, hingga penurunan daya ingat juga dapat meningkat.

Yang perlu diwaspadai, beberapa penyakit tersebut sering berkembang tanpa gejala yang jelas. Seseorang dapat merasa sehat, tetapi memiliki tekanan darah atau kadar gula yang tinggi.

Karena itu, pemeriksaan kesehatan lansia sebaiknya dilakukan secara rutin, bukan hanya ketika muncul keluhan.

 

Kapan Lansia Perlu Melakukan Pemeriksaan Kesehatan?

Secara umum, lansia dengan kondisi kesehatan yang stabil dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, setidaknya satu kali dalam setahun. Namun, jadwal pemeriksaan dapat berbeda pada setiap orang.

Lansia yang memiliki penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, atau gangguan ginjal mungkin membutuhkan pemeriksaan yang lebih sering sesuai anjuran dokter.

Selain berdasarkan jadwal, pemeriksaan juga perlu segera dilakukan apabila terdapat perubahan kondisi kesehatan.

 

Jangan Menunggu Sampai Sakit

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap lansia tidak perlu diperiksa selama masih bisa beraktivitas seperti biasa.

Padahal, pemeriksaan rutin dapat membantu menemukan faktor risiko atau penyakit pada tahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Beberapa pemeriksaan yang dapat dipertimbangkan antara lain:

  • Tekanan darah, untuk mendeteksi hipertensi.
  • Gula darah, terutama bagi lansia dengan faktor risiko diabetes.
  • Kolesterol, untuk membantu menilai risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
  • Fungsi ginjal, terutama pada lansia dengan faktor risiko tertentu.
  • Pemeriksaan mata dan pendengaran, karena gangguan penglihatan dan pendengaran dapat memengaruhi aktivitas serta meningkatkan risiko jatuh.
  • Kesehatan tulang, terutama pada lansia dengan faktor risiko osteoporosis atau riwayat patah tulang.
  • Evaluasi obat, khususnya bagi lansia yang mengonsumsi beberapa jenis obat secara rutin.
  •  

Jenis dan frekuensi pemeriksaan sebaiknya disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, riwayat penyakit, obat yang dikonsumsi, serta faktor risiko masing-masing.

 

Waspadai Perubahan Kecil pada Lansia

Selain pemeriksaan rutin, keluarga perlu memperhatikan perubahan yang terjadi pada lansia. Jangan menganggap perubahan tersebut semata-mata sebagai bagian normal dari proses penuaan.

Segera konsultasikan kepada tenaga medis apabila lansia mengalami:

  • Mudah lelah atau lemas.
  • Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sering haus atau sering buang air kecil.
  • Sesak napas atau nyeri dada.
  • Sering pusing atau hampir jatuh.
  • Gangguan keseimbangan.
  • Penglihatan atau pendengaran semakin menurun.
  • Sering lupa atau mengalami perubahan perilaku.
  • Luka yang sulit sembuh.
  •  

Perubahan tersebut belum tentu menunjukkan penyakit serius. Namun, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya dan menentukan langkah yang tepat.

 

Kesehatan Lansia Bukan Hanya Soal Fisik

Pemeriksaan kesehatan lansia sebaiknya tidak hanya berfokus pada tekanan darah, gula darah, atau hasil laboratorium.

Kesehatan mental dan fungsi kognitif juga penting diperhatikan.

Rasa kesepian, kehilangan minat beraktivitas, gangguan tidur, perubahan suasana hati, atau penurunan daya ingat dapat memengaruhi kualitas hidup lansia.

Keluarga dapat membantu dengan mengajak lansia berkomunikasi, tetap melakukan aktivitas sesuai kemampuan, bersosialisasi, serta berkonsultasi apabila terdapat perubahan yang mengkhawatirkan.

 

Peran Keluarga Sangat Penting

Tidak semua lansia mampu mengingat jadwal kontrol, obat yang dikonsumsi, atau perubahan keluhan yang dialami.

Karena itu, keluarga dapat berperan dengan:

  1. Mengingatkan jadwal pemeriksaan dan kontrol.
  2. Mendampingi lansia saat berkonsultasi bila diperlukan.
  3. Membantu mencatat obat-obatan yang dikonsumsi.
  4. Memperhatikan perubahan fisik maupun perilaku.
  5. Mendukung pola makan dan aktivitas fisik yang sesuai.
  6. Tidak mengubah atau menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Pendampingan keluarga memberikan rasa aman sekaligus membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi lansia.

 

Pemeriksaan Rutin, Investasi untuk Masa Tua yang Lebih Sehat

Menjaga kesehatan lansia bukan berarti menunggu sampai penyakit muncul. Pencegahan dan deteksi dini merupakan bagian penting untuk mempertahankan kualitas hidup di usia lanjut.

Dengan pemeriksaan kesehatan rutin, berbagai faktor risiko dapat diketahui lebih awal dan kondisi penyakit yang sudah ada dapat dipantau dengan lebih baik.

Jadi, kapan lansia sebaiknya mendapat pemeriksaan kesehatan rutin?

Jawabannya: jangan menunggu sampai sakit. Mulailah pemeriksaan secara berkala dan konsultasikan dengan dokter mengenai pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi masing-masing lansia.

 

Saatnya Lebih Peduli pada Kesehatan Orang Tua

Jika Anda memiliki orang tua, kakek, nenek, atau anggota keluarga yang sudah lanjut usia, ajak mereka melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Karena masa tua yang sehat bukan hanya tentang panjang umur, tetapi juga tetap aktif, mandiri, nyaman, dan berkualitas.

RS Palang Biru Kutoarjo siap mendampingi Anda dan keluarga dalam menjaga kesehatan di setiap tahap kehidupan.

Jangan tunggu sakit. Mulai peduli kesehatan lansia dari sekarang.

RS Palang Biru Kutoarjo — Melayani dengan Kasih.